Tuesday, September 11, 2018

Sejarah Sepeda Motor Triumph

  Unknown       Tuesday, September 11, 2018

Sepeda motor triumph secara luas dianggap sebagai salah satu merek sepeda motor paling legendaris dan dihormati di dunia. Garis aristokrat Inggris yang terhormat ini dapat mempertahankan sejarah yang kaya dan penuh warna yang membentang kembali ke awal abad ke-20.

Pada tahun 1902, sepeda motor Triumph pertama diproduksi di Coventry, Inggris oleh Triumph Cycle Co. Ltd. Sebelum memproduksi sepeda motor, perusahaan mengimpor mesin jahit dan menjual sepeda. Sepeda motor Triumph pertama pada dasarnya terdiri dari mesin 2.2 tenaga kuda satu silinder Belgia Minerva yang melekat pada rangka sepeda dan diikuti oleh mesin JAP hingga 1905, ketika model pertama Triumph diperkenalkan.

Pada 1907, Triumph membangun diri sebagai pesaing utama dalam dunia balap sepeda motor yang kompetitif. Perusahaan mulai memproduksi model 450cc, dengan produksi hingga 1.000 unit per tahun.
Selama tiga dekade berikutnya, Triumph memperkenalkan beberapa mesin baru, dan terus melakukan peningkatan dan perbaikan untuk model yang ada. Dari tahun 1915 hingga 1918, upaya produksi Triumph diarahkan untuk memasok sepeda motor untuk pasukan Sekutu  dalam

Perang Dunia I. Pada tahun 1937, perusahaan ini memulai debut model Speed ​​Twin 500cc yang baru. Unit yang menarik dan kuat ini menghasilkan 27 daya kuda dan dapat mencapai kecepatan 145 kmpj.
Motor Triumph pada masa itu umumnya menganut mesin kembar vertikal, rangka ringan, kursi yang nyaman dengan transmisi empat kecepatan, unit ini memiliki beberapa fitur khas yang membedakannya dari semua sepeda motor lainnya. Mesin kembar paralel, karburator Amal, dan tangki bahan bakar Triumph yang ikonik dengan aksen bantalan lutut karet dan logo Triumph bertahan pada banyak model Triumph selama beberapa dekade ke depan. Bahkan dengan model Speed ​​Twin awal, garis ramping sepeda motor Triumph memberi aksen penampilan yang menarik.

Pada tahun 1938, sebuah toko sepeda motor kecil di California mulai menjual Triumphs, BSA, dan jenis-jenis unit motor impor lainnya. Model Triumph, terutama T100, dengan cepat berubah menjadi barang populer.
Setelah pemboman di masa perang yang menghancurkan di Coventry pada tahun 1940, pabrik Triumph hancur. Dua tahun kemudian, perusahaan mulai memproduksi sepeda motor lagi, di Meriden, Inggris. Perang Dunia II yang terjadi pada saat itu, sepeda motor yang diproduksi di fasilitas Meriden sampai 1946 dibuat untuk penggunaan militer sekitar 40.000 unit Triumph diproduksi untuk penggunaan militer selama perang, dan banyak dari motor ini dicat ulang dan digunakan untuk sipil ketika perang berakhir. Selama Perang Dunia II, Triumph juga memproduksi berbagai produk untuk upaya perang, termasuk operator tandu, rumah kemudi, generator dan komponen pesawat.

Pada 1948, Triumph memproduksi 12.000 sepeda motor per tahun, dengan lebih dari separuh jumlah yang diekspor. Pada tahun 1950, Perusahaan Triumph yang berbasis di AS dibentuk, dengan tujuan menciptakan jaringan distribusi untuk sepeda motor Triumph di pantai timur Amerika. Juga pada awal 1950-an, beberapa veteran Perang Dunia II yang menjadi akrab dengan Triumph dan jenis-jenis sepeda motor lainnya selama perang, mulai mengendarai sepeda motor dalam kehidupan sipil. Kadang-kadang, mesin-mesin ini dilengkapi dengan bagian-bagian kustom dan performa tinggi sehingga motor berpenampilan yang tidak biasa.

Model sepeda motor Triumph yang paling terkenal dan paling laris adalah Bonneville. Diproduksi dari tahun 1959 hingga 1983, motor sporty dan kuat ini mendefinisikan sepeda motor Inggris tulen. Dengan meningkatnya ketertarikan dengan sepeda motor dalam budaya populer, sepeda motor Triumph khususnya, mengalami lonjakan besar dalam popularitas selama 1960-an. Banyak orang menganggap Triumph, seperti Harley-Davidsons, menjadi jenis motor yang "keren".

Selama awal hingga pertengahan 1960-an, sepeda motor Triumph cukup mendominasi dunia balap sepeda motor, dengan segala macam rekor baru yang diciptakan. Pada tahun 1975, para pekerja di pabrik Meriden Triumph membentuk koperasi pekerja dalam upaya menjaga perusahaan tetap berjalan. Produksi model Bonneville dan Tiger berlanjut di sana hingga 1983. Pada tahun 1983, pabrik Triumph di Meriden ditutup. Ketika fasilitas Meriden ditutup, seorang pengembang kaya yang tertarik untuk membeli wiayah pabrik tersebut dan memutuskan untuk menyimpan segala merek Triumph dan membeli nama Triumph dan semua hak produksi. Dari tahun 1983 hingga 1988, pemilik baru memberikan lisensi kepada pembuat komponen Triumph untuk memproduksi sejumlah kecil Bonnevilles.

Pada tahun 1990, perusahaan Triumph kembali produksi  dan enam model baru diperkenalkan ke dunia. Model triple Speed ​​diluncurkan pada tahun 1994, dan pabrik baru di Hinckley telah selesai. Pada tahun 1995, Triumph mulai menjual motor di AS lagi, dengan produksi sekitar 12.000 unit per tahun. Pada tahun 1996, 50.000 sepeda motor telah diproduksi di pabrik Hinckley.

Tahun 2000-an telah melahirkan beragam model Triumph yang dinamis, termasuk Rocket III, Triple Daytona, Jalan Triple, Tiger 800, Speedmaster dan Thunderbird Storm. Banyak Model motor Triumph saat ini sebenarnya sangat mirip pendahulu mereka. Sepeda motor Triumph telah merasakan pahit dan manisnya memproduksi sepeda motor selama 100 tahun terakhir. Meskipun ada banyak perubahan sejak 1902 warisan yang kaya dari sepeda motor Triumph masih hidup hari ini. (HUB)
logoblog

Terima Kasih Sudah Membaca Sejarah Sepeda Motor Triumph

Previous
« Prev Post